Translasi pada awal kehidupan tidak harus dimulai dengan ribosom yang terbentuk sempurna. Model ini mengusulkan bahwa adaptor sederhana mirip tRNA dapat membaca messenger melalui pemasangan komplementer yang antiparalel, asalkan tersedia dukungan katalitik untuk pembentukan ikatan peptida. Konfigurasi adaptor bergantung pada muatannya: adaptor mengambil konfigurasi hf ketika membawa asam amino dan konfigurasi FH ketika membawa rantai peptida. Pemindahan asam amino ke rantai peptida yang sedang tumbuh membalik adaptor dari hf ke FH (lih. Gbr. 49).
Karena penjajaran adaptor–messenger bersifat antiparalel, suatu pesan dapat dibaca tanpa aparatus translasi yang canggih. Pemilihan pola awal yang kaya GC didikte oleh empat argumen, termasuk stabilitas interaksi adaptor–messenger dan fideltas replikasi, yang keduanya mendukung kombinasi GC untuk memulai, serta pembacaan tanpa koma dalam translasi yang memerlukan pola GC tak simetris. Dengan demikian, pola messenger tanpa koma muncul dari pola GC tak simetris yang memungkinkan pembacaan tanpa pemisah atau mesin translasi yang kompleks.
Poin mekanistik kunci
- Dukungan katalitik tetap diperlukan untuk fungsi translasi, tetapi translasi awal dapat menggunakan adaptor sederhana alih-alih ribosom lengkap.
- Konformasi bergantung muatan: konfigurasi tRNA bergantung pada apakah ia membawa asam amino atau rantai peptida. Pemindahan membalik hf menjadi FH.
- Pemasangan antiparalel: penjajaran komplementer adaptor–messenger bersifat antiparalel, memungkinkan pembacaan tanpa aparatus yang canggih.
- Pola kaya GC dan tak simetris: stabilitas dan fidelitas replikasi mendukung GC; pembacaan tanpa koma memerlukan GC tak simetris untuk menghindari ambiguitas kerangka tumpang tindih.
